Peluang Bisnis Moment

Peluang Bisnis Terbaru 2018

Tag Archives: tips sukses mlm

6 Faktor Penyebab Orang Menilai Bisnis MLM Kampungan

Banyak sekali pendapat orang yang mengatakan bahwa bisnis MLM adalah bisnis kampungan, bisnis pemaksaan, bisnis yang cocok cuma untuk IRT, bisnis yang cuma jualan, bisnis musiman dll.

Kenapa mereka mengatakan itu? Mereka gak salah loh…

Jika opini orang mengatakan bisnis MLM itu adalah bisnis kampungan, mungkin saja waktu dia ditawarkan yang menawarkan itu terlihat kampungan.

Failure

Faktor mengapa orang menilai bisnis MLM adalah bisnis kampungan.

 

Factor 1:

Bohong. Contoh, orang yang menawarkan bisnis MLM berbohong “nanti kita hadir dipesta pernikahan ya…kita makan2 disana”, ternyata prospekan dibawa ke pertemuan.

Nah mulai dari situ lah mereka underestimate tentang bisnis MLM, mereka beranggapan bahwa bisnis MLM adalah bisnis penipuan.

Ingat, gak ada sesuatu yang besar jika diawali dengan kebohongan. Jadi apa adanya aja. Gak perlu bohong.

“tapi mbk… kalo kita gak bohong, mereka gak mau hadir…”

Nah, disitulah tantangan kita, bagaimana kita bisa membawa mereka kepertemuan tanpa berbohong. Untuk itulah kita dibayar mahal saudara2 ku…

Faktor 2

Over promote. Yang menyebabkan orang underestimate dengan bisnis MLM adalah over pomote.

Gak perlu terlalu lebai saudara ku… jelaskan saja kelebihan-kelebihan perusahaan, produk, support system, edifikasi upline.

Nah edifikasi upline juga gak perlu lebai “ini upline saya orang paling cantik di Moment, paling tenar, paling kaya, sudah jalan-jalan keliling dunia, sudah pernah ke Mars”

Ternyata pas ketemu uplinenya, ternyata upline Anda datang hanya menggunakana motor bebek. Kan diketawain…

 

Factor ke 3:

Over claim. “Pak…buk…produk kami bisa menyembuhkan ini itu loh”. Inget produk kita adalah food supplement, bukan obat, jadi jangan klaim bisa meyembuhkan ini itu. Kalau pun dengan mengkonsumsi produk kita orang tersebut kembali sehat, bukan produknya yang kita klaim bisa meyembuhkan. Tapi yang kita klaim adalah kesaksian-kesaksian kesembuhan yang pakai produk Moment (testimony).

Factor ke 4:

Penampilan tidak professional. Kenapa bisnis MLM sering dibilang bisnis kampungan, ya mungkin saja karena penampilan Anda yang enggk banget.

Mau presentasi tapi tidak mandi 3 hari, baunya kemana-mana, cuma pake celana pendek. Terus Anda menawarkan bisnis ini hanya modal brosur dan tidak menggunakan alat bantu lain seperti laptop, katalog, majalah dll.

Ingat, di bisnis MLM pertama kali orang tertarik menjalankan bisnis ini bukan karena perusahannya tapi karena orang yang menawarkannya.

Penampilan bukan hanya baju bagus, barang brande, tapi murah senyum, body language, Bahasa yang santun dan pas adalah bagian dari penampilan. Anda bisa mendapatkan semua ini dari pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh perusahaan atau leader Anda atau dari buku pengembangan keperibadian.

Kenapa ketika kita masuk ke dalam dunia MLM, leader sering menawarkan buku pengembangan keperibadian? Karena mereka tau untuk sukses di bisnis MLM, orang nya dulu yang harus berkembang. Kalau orangnya berkembang pasti bisnisnya ikut berkembang.

 

Factor ke 5:

Mengemis. Meminta prospekan Anda hadir dipertemuan dengan cara mengemis. Kasih tiket gratis, kasih ongkos, kasih uang jajan dll. Percayalah hal ini tidak akan berhasil. Beli tiket aja belum tentu hadir, apa lagi digratisin. Jadi bersikaplah professional.

Factor ke 6:

Memaksakan. Mentang-mentang Anda bos, Anda memaksakan karyawan Anda untuk join Moment. Ya mereka join sih…tapi mereka tidak akan menjalankan bisnisnya. Karena mereka join bukan karena mereka lihat bisnis ini bagus, tapi karena Anda paksa.

Jadi bisnis MLM kampungan atau professional?

Jawabnya tergantung dari yang menawarkan. Jika Anda menawarkan dengan cara kampungan, maka mereka akan menilai bisnis MLM kampungan.

Tapi bisnis ini akan terlihat sangat elegant dan professional jika Anda melatih diri Anda untuk menjadi pofesional dengan cara tidak over claim, over promote, berpenampilan urak-urakan,  memaksa, dan mengemis.

Setiap perusahaan MLM pasti mempunyai support system untuk membentuk karakter member nya, jadi kita bangun dulu manusianya, setelah itu orang akan menganggap bisnis MLM adalah bisnis yang professional.

 

Mayang J (Elit Leader Moment)

WA/TELEGRAM: 082281627462

Advertisements

Trauma dengan Bisnis MLM? Ini Jawaban Saya!

Sebut saja namanya Melati.

Melati: “Mbk Mayang Saya kapok/ trauma dengan bisnis MLM…”

trauma dengan MLM

Agak lucu nih sebenernya 😀 Karena menurut saya, kalau Anda coba sekali langsung sukses, hidup itu gak begitu bro…sis…

Kalau Anda punya skill, Anda akan lebih mudah sukses. Tapi kalau Anda baru mulai dan skill juga seadaanya, ya… jangan ngarep besok langsung kaya raya.

Ibarat kenalan sama cewek, bukan berarti besok langsung merit, ada prosesnya kan? Jatuh bangun pasti lah.

Rafi Ahmad aja pacaran beberapa kali dulu baru dapet bini :D, kalau doi kapok gagal pertama kali yah gak merit2 donk doi hehee… (sory pinjem nama Rafi Ahmad 😀 ).

…Yah setidaknya dari kegagalan itu jadi tau, gagalnya kena apa? sebabnya apa? Jadi Anda bisa belajar dari situ. Sehingga, kalau Allah kasih jalan, Anda sudah jadi orang yang lebih baik dan lebih siap!

Kalau saya sih insya Allah, gak akan milih jadi orang yang trauma. Ya ngapain jg toh milih kok jadi TRAUMA, mbok ya MILIH yg positif aja…

Paling gak dari pengalaman yang belum berhasil tadi, kita dapat skill baru untuk gimana caranya pilih bisnis yang cocok ama diri kita. Kita dapat trik-trik bagaimana kelak akan menyelesaikan masalah dalam bisnis. Gak ada yang sia-sia men… bahkan kegagalan sekali pun.

Jangan lah rusak pikiran diri sendiri dengan mengecilkan diri Anda dengan kata TRAUMA atau sejenisnya lah…Anda sendiri loh yang punya kendali terhadap diri Anda. Trauma itu faktor internal, kontrol ada ditangan Anda. Kan sayang, pikiran sudah bagus tapi dirusak sendiri sama Anda. Beda cerita ya kalau perusahaan MLM yang lama Anda tutup. Itu bukan salah Anda. Next, Anda jadi lebih teliti dan paham lagi cara pilih perusahaan bisnis MLM Anda.

Misal perusahaannya harus punya legalitas lengkap, produknya sudah ada BPOM dan HALAL, sudah masuk APLI dan sebagainya.

So, tetep optimis dan positif…

%d bloggers like this: